Beranda > Berita >  BBPJN VI Bangun Jembatan Bailey untuk Akses Banjar-Pangandaran

BBPJN VI Bangun Jembatan Bailey untuk Akses Banjar-Pangandaran


Pangandaran, 18 Oktober 2016



Masyarakat Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat cukup terpukul dengan amblasnya Jembatan Putrapinggan yang terletak di Desa Putrapinggan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran. Karena jembatan ini adalah satu-satunya penghubung antara Desa Putrapinggan, Kec. Kalipucang dengan Desa Babakan Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran.

"Aktivitas ekonomi masyarakat nyaris tidak berjalan, karena di sini ada rumah sakit, pom bensin, dan tentunya pusat pariwisata. Semua tidak bisa masuk ke sini (Pangandaran). Apalagi Pangandaran sedang banyak pembangunan," kata Asep Tahyar, PPK Cidaun-Pamengkut-Cikaengan-Kelapagenep kepada Media Jalan Jakarta di Jembatan Putrapinggan, Rabu 12 Oktober 2016.  

Asep Tahyar, PPK Cidaun-Pamengkut-Cikaengan-Kelapagenep sedang berkoordinasi menangani Jembatan Putrapinggan

Menyadari dampak yang sangat signifikan dari amblasnya jembatan, Asep langsung berkoordinasi dengan Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VI untuk segera menurunkan Jembatan Bailey. "Saya juga berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Pangandaran untuk membantu pendanaan dari sisi pembangunan pondasi Jembatan Bailey." 

BBPJN VI telah mengirim Jembatan Bailey ke lokasi pada Selasa 11 Oktober 2016 dan rencana pemasangan pada keesokan harinya. Untuk langkah awal, Asep beserta jajarannya akan membuat akses jalan menuju Jembatan Bailey yang lokasinya di sebelah kiri kalau dari Banjar. "Saya berharap, selama pemasangan Bailey yang memakan waktu setidaknya 14 hari, pihak terkait seperti P2JN melakukan perencanaan untuk penanganan  Jembatan Putrapinggan," tutur Asep.

Foto sebelum ambles

Jembatan Bailey sendiri adalah jembatan rangka baja ringan berkualitas tinggi, yang mudah dipindah-pindah. Karena pemasangannya cepat, maka jembatan ini sangat membantu jika terjadi keadaan darurat seperti yang terjadi di Pangandaran karena amblesnya Jembatan Putrapinggan.

Seperti telah diketahui, Jembatan Putrapinggan amblas pada Minggu 9 Oktober 2016 sekitar jam 18.30 WIB. Kejadian ini tidak terlepas dari hujan deras yang melanda Pangandaran dan sekitarnya selama 2 hari sebelum kejadian. Hujan yang mengakibatkan banjir di aliran Sungai Ciputrapinggan itu diperkirakan menjadi penyebab ambruknya konstruksi jembatan milik PDAM yang berada sejajar dengan Jembatan Putrapinggan. Karena ambruk maka pipa air berukuran besar yang menopang pada jembatan jatuh dan menghantam salah satu pilar Jembatan Putrapinggan. "Ini kemungkinan karena tidak ada yang melihat saat kejadian. Tetapi pipa tersebut nyangkut di pilar jembatan dalam keadaan bengkok, dan jembatan sendiri ambles," terang Asep.

Tidak lama kemudian, Asep bersama pihak terkait membersihkan jembatan dari sampah banjir seperti kayu sampai batang pohon, termasuk memotong pipa PDAM dan mengangkatnya. Semua telah dibersihkan, mulai dari segmen 1 jembatan dampai segmen 3. "Untuk saat ini fokus kami adalah membangun Jembatan Bailey," ungkap Asep.

Jembatan Bailey sungguh dinantikan masyarakat. Kami sendiri menyaksikan bagaimana masyarakat terpaksa memindahkan muatan elpiji, telor dan kebutuhan pokok lain dengan cara berjalan kaki melintasi jembatan. Karena semua jenis kendaraan tidak bisa melintasi jembatan. Selain itu ada juga pasien yang harus dievakuasi dengan kereta tandu, baik dari rumah sakit di Pangandaran ke rumah sakit di Banjar atau sebaliknya. Tentu, yang juga terpukul akibat bencana ini adalah industri pariwisata.

Berikut adalah data yang didapat dari UPTD Pariwisata Pangandaran:

 

Periode

Jumlah Winus

Jumlah Wisman

Jumlah Pendapatan

Sebelum Jembatan Ambles

3-4 Oktober 2016

1.771 orang

21 orang

Rp. 8.960.000

 

 

 

 

Susudah Jembatan Ambles

10-11 Oktober 2016

317 orang

3 orang

Rp. 1.600.000

Data Seminggu Sebelum Jembatan Ambles

1-9 Oktober 2016

35.612 orang

102 orang

Rp. 178.570.000

 

 

 

 

Menurut Tarman, Kepala UPTD Pariwisata Pangandaran, pariwisata di daerahnya mengalami krisis yang tampaknya cukup panjang. Selain iklim yang kurang mendukung, juga faktor perbaikan jembatan yang membutuhkan waktu. Tapi ia sendiri yakin bahwa sektor ini akan kembali bangkit seperti sedia kala. "Kami harus hadapi, sekalipun untuk hari ini saja (Rabu 12 Oktober 2016 jam 11.30, baru ada 1 sepeda motor yang masuk (area pariwisata Pangandaran."

Selama jembatan ditangani berikut jalur alternatif dari Pangandaran menuju ke Banjar bisa lewat langkap lancar/selasari/kalijati dan kemudian keluar di Kecamatan Banjarsari. Sebaliknya bila anda dari Bandung bisa masuk via Banjarsari Langkaplancar - Selasari - Pangandaran.

Ke Tasikmalaya/Bandung bisa lewat Cimerak - Sindangsari / Legok / Cikalong / Cikatomas atau sebaliknya anda dari Tasikmalaya/Bandung bisa melalui Jalur Tasikmalaya - Cikatomas - Cikalong - Legokjawa - Cimerak - Pangandaran

Sedangkan untuk ke Bandung / Garut / Cianjur / Sukabumi bisa lewat Cimerak / Cikalong / Pameungpeuk dan seterusnya ataupun sebaliknya anda bisa melalui jalur Pameungpeuk - Cikalong - Cimerak - Pangandaran.

Untuk yang mau berwisata ke Pangandaran tidak usah khawatir karena ada jalur alternatif yang bagus. Dari Jakarta ambil arah Sukabumi, lalu masuk ke Tasikmalaya Selatan, yakni Tasikmalaya-Cibalong-Karangnunggal-Cipatujah-Cikalong-Cijulang sampai ke ibu kota Pangandaran. "Jalur alternatif ini jalannya bagus dan pemandangannya sangat bagus, walaupun memutar," tutup Asep. (BBPJN VI/ONE)


Baca Juga :

PISAH SAMBUT ESELON I DI LINGKUNGAN DJBM