Beranda > Berita >  Pembangunan Jalan Tol Soreang-Pasir Koja Dimulai

Pembangunan Jalan Tol Soreang-Pasir Koja Dimulai


Jakarta, 02 November 2015



Pembangunan jalan tol Soreang-Pasir Koja di Kabupaten Bandung di mulai hari ini. Jalan tol sepanjang  8,15 Km tersebut merupakan infrastruktur pendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVI yang akan diadakan di Jawa Barat pada September 2016.

 Konstruksi tol Soreang-Pasir Koja ditandai dengan groundbreaking yang dilakukan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono di Bandung, Kamis (10/9). Basuki mengatakan, jalan tol Soreang-Pasir Koja akan menghubungkan Kota Bandung dan Kabupaten Bandung serta terkoneksi dengan jalan tol Padalarang-Cileunyi.

 “Potensi-potensi yang ada di Kabupaten Bandung, terutama potensi di sektor pariwisata dapat dimaksimalkan sehingga Kabupaten Bandung dapat menjadi primadona baru pariwisata di Jawa Barat,” terang Basuki.

 Jalan tol dengan nilai investasi sebesar Rp 1,51 triliun tersebut  diharapkan akan merangsang pelaku usaha untuk berinvestasi, sebagaimana yang terjadi pasca pembangunan jalan tol Cikopo-Palimanan, saat ini mulai banyak dibangun fasilitas pendukung bisnis di kawasan tersebut.

Sebagai informasi, Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) Soreang-Pasir Koja telah ditandatangani pada 4 September 2015. Menteri PUPR memberikan apresiasi kepada PT Citra Marga Lintas Jabar selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) ruas tol tersebut yang telah berkomitmen untuk memulai pelaksanaan konstruksi jalan tol ini meskipun saat ini pengadaan tanah belum selesai seluruhnya.

 Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Hediyanto Husaini menerangkan, saat ini progres pembebasan tanah tol Soreang-Pasir Koja sudah 87 persen. Percepatan pengadaan lahan penting guna mencapai target beroperasinya jalan tol tersebut jelang PON XVI. Selain itu keberadaan tol tersebut diharapkan dapat mengatasi kemacetan di kawasan Bandung Selatan seperti daerah Kopo.

 “Saya yakin kita semua, termasuk masyarakat Bandung pasti menginginkan pembangunan tolnya cepat selesai, karena itu masalah tanah harus rampung agar tidak mengganggu konstruksi,” ucap Hediyanto.

 Jalan tol tersebut diharapkan menjadi jalan tol berkualitas terbaik dengan memperhatikan aspek keselamatan, kenyamanan, dan juga lingkungan sehingga dapat dijadikan contoh untuk pembangunan jalan tol lain, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di dunia internasional.

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Bina Marga juga menyampaikan rencana groundbreaking sejumlah ruas tol lainnya hingga akhir 2015. Beberapa ruas tol lainnya yang akan segera mulai dibangun yaitu Cileunyi-Sumedang-Dawuan, Pemalang-Batang, Gempol-Pasuruan, Balikpapan-Samarinda dan Manado-Bitung.

“Semua ini sebagai bentuk upaya pemerintah meningkatkan konektivitas wilayah, yang pada akhirnya mendorong kesejahteraan masyarakat dan peningkatan daya saing Indonesia,” sambung Hediyanto.


Baca Juga :

Menteri PUPR Buka Lomba Gowes Bandung-Jakarta